TIPS agar SABAR dan IKHLAS
“Sungguh menTAKJUBkan perkaranya orang yang berIMAN,
karena SEGALA URUSANnya adalah BAIK baginya. Dan hal yang demikian itu TIDAK
AKAN terdapat KECUALI HANYA pada orang MUKMIN; yaitu jika ia mendapatkan
keBAHAGIAan, ia berSYUKUR, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan
yang TERBAIK untuknya. Dan jika ia tertimpa MUSIBAH, ia berSABAR, karena (ia
mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal TERBAIK bagi dirinya.” (HR.
Muslim)
Sahabat Hikmah…
Dari hadits di atas ternyata TIPS-nya satu, yaitu
menjadi manusia berIMAN
Tetapi beriman yang seperti apa sahabat?
Yaitu menjadi orang yang berIMAN dengan 6 RUKUN IMAN
(berIMAN kepada Allah, Malaikat, Kitab-kitabNya, Rasul-rasul-Nya, Taqdir-Nya
dan Hari Akhir) dan berIMAN dengan hal-hal berikut :
- 1.
BerIMAN bahwa hidup di DUNIA adalah SEMENTARA, bukan sebenarnya keHIDUPan
dan AKHIRAT itulah keHIDUPan yang sebenarnya dan KEKAL.
Sehingga kita akan berSABAR untuk menjalani keHIDUPan yang
SEMENTARA dan menanti keHIDUPan yang KEKAL ABADI.
“Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan DUNIA itu
hanyalah perMAINan dan suatu yang meLALAIkan, perhiasan dan bermegah-megah
antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti
hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi
kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di
akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya.
Dan kehidupan DUNIA ini tidak lain hanyalah keSENANGan yang MENIPU ?”(QS
Al-Hadiid: 20)
“Allah bertanya, ‘Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di
bumi?’ Mereka menjawab, ‘Kami tinggal (di bumi) SEHARI atau ½ HARI, maka
tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung.’ Allah berfirman, ‘Kamu tidak
tinggal (di bumi) melainkan SEBENTAR saja, kalau kamu mengetahui dengan
sesungguhnya.’ Maka apakah kamu mengira bahwa sesungguhnya Kami menCIPTAkan
kamu secara MAIN-MAIN (saja), dan bahwa kamu tidak akan diKEMBALIkan kepada
Kami?” (QS Al-Mu’minuun: 112-115)
- 2.
BerIMAN bahwa hidup di DUNIA adalah TEMPAT UJIAN (dengan keBURUKan dan
keBAIKan ) dan akan diMINTA perTANGGUNGJAWABannya (kewajiban)
masing-masing.
Sehingga kita akan SIAP hidup susah (yang tidak sesuai
dengan keinginan ) dengan penuh pengorbanan, kita akan IKHLAS (karena
Allah bukan karena orang yang kita BENCI) tetap bisa TERSENYUM dan
berbuat BAIK kepada orang yang menZHALIMi kita. Kita akan bisa mempunyai
kePRIBADIan seperti para Nabi dan Rasul.
”Dialah yang menJADIkan MATI dan HIDUP, supaya Dia
mengUJI kamu, siapa di antara kamu yang LEBIH BAIK amalnya. Dan Dia Maha
Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS Al Mulk : 2)
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan
mengUJI kamu dengan keBURUKan dan keBAIKan sebagai COBAAN (yang
sebenar-benarnya) dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan.” (Qs.
al-Anbiya’: 35).
“Tidak ada sesuatu yang dapat memperberat timbangan
(kebaikan) seorang mukmin pada hari Kiamat selain kebaikan akhlaknya”. (HR.
Tirmidzi)
”Dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar berbudi
pekerti yang agung. ” (QS Al Qalam : 4)
- 3. BerIMAN
bahwa semua yang terjadi telah TERTULIS dalam KITAB di LAUH MAHFUZH.
”Tiada suatu BENCANA pun yang menimpa di bumi dan (tidak
pula) pada dirimu sendiri melainkan telah TERTULIS dalam kitab (Lauhul-Mahfuzh)
SEBELUM Kami menCIPTAkannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah MUDAH bagi
Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu JANGAN berDUKA
cita terhadap apa yang LUPUT dari kamu, dan supaya kamu JANGAN TERLALU GEMBIRA
terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah TIDAK MENYUKAI setiap orang
yang SOMBONG lagi memBANGGAkan diri,” (QS Al-Hadiid: 22-23)
- 4.
BerIMAN bahwa UJIAN adalah untuk mengetahui keBENARan IMAN kita.
”Apakah manusia itu mengira bahwa mereka diBIARkan (saja)
mengatakan: “Kami telah berIMAN”, sedang mereka tidak diUJI lagi? Dan
sesungguhnya Kami telah mengUJI orang-orang yang SEBELUM mereka, maka
sesungguhnya Allah mengeTAHUi orang-orang yang BENAR dan sesungguhnya Dia
mengeTAHUi orang-orang yang DUSTA.” (QS Al ’Ankabut : 2-3)
- 5.
BerIMAN bahwa disamping MUSIBAH COBAAN yang ada, jauh lebih BANYAK NIKMAT
yang Allah berikan, dan kita WAJIB berSYUKUR dan berTAKWA.
”Dan Dia telah memberikan kepadamu (kePERLUanmu) dari
SEGALA apa yang kamu MOHONkan kepadanya. Dan jika kamu mengHITUNG NI’MAT Allah,
TIDAKlah dapat kamu mengHITUNGnya. Sesungguhnya MANUSIA itu, sangat ZHALIM dan
sangat mengINGKARi (ni`mat Allah).” (QS Ibrahim : 34)
”Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mema`lumkan:
“Sesungguhnya jika kamu berSYUKUR, pasti Kami akan menTAMBAH (ni`mat) kepadamu,
dan jika kamu mengINGKARi (ni`mat-Ku), maka sesungguhnya ADZAB-Ku sangat
PEDIH”. (QS Ibrahim : 7)
Katakanlah: “Siapakah yang memberi RIZKI kepadamu dari
langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) penDENGARan dan
pengLIHATan, dan siapakah yang mengKELUARkan yang HIDUP dari yang MATI dan
mengKELUARkan yang MATI dari yang HIDUP dan siapakah yang mengATUR segala
urusan?” Maka mereka akan menjawab: “Allah”. Maka katakanlah: “MENGAPA kamu
tidak berTAKWA (kepada-Nya)?” (QS Yunus : 31)
- 6.
BerIMAN bahwa semua keBAIKan “yang menimpa” kita berasal dari “sisi Allah”
dan keBURUKan “yang menimpa” kita adalah disebabkan diri kita sendiri
(dari nafs kita sendiri).
”Apa saja NI’MAT yang kamu peroleh adalah DARIi Allah,
dan apa saja BENCANA yang menimpamu, maka DARI (kesalahan) dirimu sendiri. Kami
mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi
saksi.” (QS An Nisa : 79)
” Boleh jadi kamu memBENCI sesuatu, padahal ia AMAT BAIK
bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menSUKAi sesuatu, padahal ia AMAT BURUK
bagimu; Allah MENGETAHUI, sedang kamu TIDAK MENGETAHUI. “ (QS. Al
Baqarah: 216)
- 7.
BerIMAN bahwa untuk masuk SURGA harus siap menerima UJIAN, dan BESARnya
PAHALA tergantung BESARnya UJIAN.
”Apakah KAMU mengKIRA bahwa kamu akan MASUK SURGA ?
Padahal belum datang kepadamu COBAAN sebagaimana halnya orang-orang terDAHULU
sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh MALAPETAKA dan keSENGSARAan, serta digoncangkan
(dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang
beriman bersamanya: “Bilakah datangnya perTOLONGan Allah?” Ingatlah,
sesungguhnya perTOLONGan Allah itu AMAT DEKAT.” (QS Al Baqarah :214)
Sa’ad bin Abi Waqqash berkata, “Aku bertanya kepada
Rasulullah Saw, “Ya Rasulullah, siapakah orang yang PALING BERAT UJIAN dan
COBAANnya?” Nabi Saw menjawab, “Para NABI kemudian yang MENIRU
(menyerupai) mereka dan yang MENIRU (menyerupai) mereka. Seseorang diUJI
menurut KADAR AGAMAnya. Kalau AGAMAnya TIPIS (lemah) dia diUJI sesuai dengan
itu (RINGAN) dan bila IMANnya KOKOH dia diUJI sesuai itu (KERAS). Seorang
diUJI terus-menerus sehingga dia berjalan di muka bumi BERSIH dari DOSA-DOSA. (HR.
Bukhari)
”Seorang hamba memiliki suatu DERAJAT di surga. Ketika
dia tidak dapat mencapainya dengan AMAL-AMAL keBAIKannya maka Allah mengUJI dan
menCOBAnya agar dia menCAPAI derajat itu.” (HR. Ath-Thabrani)
”Apabila Aku mengUJI hamba-Ku dengan memBUTAkan keDUA
MATAnya dan dia berSABAR maka Aku GANTI kedua matanya dengan SURGA. (HR.
Ahmad)
”Salah seorang dari mereka lebih senang mengalami ujian
dan cobaan daripada seorang dari kamu (senang) menerima pemberian.” (HR.
Abu Ya’la)
- 8.
BerIMAN bahwa UJIAN adalah bentuk KASIH SAYANG Allah kepada Hambanya,
karena SURGA harus diperoleh dengan JIHAD (keSUNGGUHan) dan
keSABARan.
“Barangsiapa yang dikehendaki Allah dengan keBAIKan
maka ditimpakan UJIAN padanya.”(HR. Bukhari)
“ Sesungguhnya Allah ‘Azza wajalla bila menCINTAi suatu
kaum Allah mengUJI mereka. Barangsiapa bersabar maka baginya manfaat
kesabarannya dan barangsiapa murka maka baginya murka Allah. (HR. Tirmidzi)
”Apakah kamu mengKIRA bahwa kamu akan MASUK SURGA?
padahal belum NYATA bagi Allah orang-orang yang berJIHAD di antaramu, dan belum
NYATA orang-orang yang SABAR.”(QS Ali ’Imran : 142)
- 9. BerIMAN
bahwa UJIAN dan COBAAN yang diterima akan mengHAPUS DOSA-DOSA.
“Tiada seorang mukmin ditimpa RASA SAKIT, keLELAHan
(kepayahan), diserang PENYAKIT atau keSEDIHhan (keSUSAHan) sampai pun DURI yang
menusuk (tubuhnya) kecuali dengan itu Allah mengHAPUS DOSA-DOSAnya.” (HR.
Bukhari)
“Barangsiapa ditimpa musibah dalam hartanya atau pada
dirinya lalu dirahasiakannya dan tidak dikeluhkannya kepada siapapun maka
menjadi hak atas Allah untuk mengampuninya.”(HR. Ath-Thabrani)
- 10. BerIMAN
bahwa UJIAN dan COBAAN adalah untuk menDEKATkan dirinya kepada Allah.
”Apabila Allah menCINTAi hamba maka dia diUJI agar Allah
menDENGAR perMOHONannya (kerendahan dirinya).” (HR. Al-Baihaqi)
- 11. BerIMAN
bahwa Allah mengUJI seorang hamba sesuai dengan keMAMPUannya.
”Allah tidak memBEBANi seseorang melainkan SESUAI dengan
keSANGGUPannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia
mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. ” (QS Al Baqarah :
286)
”Tidak semestinya seorang muslim mengHINA dirinya. Para
sahabat bertanya, “Bagaimana mengHIHA dirinya itu, ya Rasulullah?” Nabi Saw
menjawab, “MeLIBATkan diri dalam UJIAN dan COBAAN yang dia TAK TAHAN
menderitanya.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)
”Bukanlah dari (golongan) kami orang yang menampar-nampar
pipinya dan merobek-robek bajunya apalagi berdoa dengan doa-doa
jahiliyah.” (HR. Bukhari)
- 12. BerIMAN
bahwa Allah mengUJI manusia SEPERTI mengUJI keMURNIan EMAS.
”Allah menguji hambaNya dengan menimpakan musibah
sebagaimana seorang menguji kemurnian emas dengan api (pembakaran). Ada yang ke
luar emas murni. Itulah yang dilindungi Allah dari keragu-raguan. Ada juga yang
kurang dari itu (mutunya) dan itulah yang selalu ragu. Ada yang ke luar seperti
emas hitam dan itu yang memang ditimpa fitnah (musibah).” (HR.
Ath-Thabrani)
- 13. BerIMAN
bahwa berSABAR, berSYUKUR, meMAAFkan, dan berISTIGHFAR adalah HIDAYAH dari
Allah.
”Barangsiapa diUJI lalu berSABAR, diBERI lalu berSYUKUR,
diZHALIMi lalu meMAAFkan dan menZHALIMi lalu berISTIGHFAR maka bagi mereka
keSELAMATan dan mereka tergolong orang-orang yang memperoleh HIDAYAH.” (HR.
Al-Baihaqi)
- 14. BerIMAN
bahwa keBERKAHan Allah adalah bila kita RIDLO dengan semua NI’MAT yang
Allah berikan baik SEDIKIT atau BANYAK.
”Sesungguhnya Allah Azza Wajalla mengUJI hambanya dalam
RIZKI yang diberikan Allah kepadanya. Kalau dia RIDLO dengan bagian yang
diterimanya maka Allah akan memBERKAHinya dan meLUASkan pemberianNya. Kalau dia
TIDAK RIDLO dengan pemberianNya maka Allah TIDAK AKAN memberinya BERKAH.” (HR.
Ahmad)
Wallahu a’lam bi showab
Tidak ada komentar:
Posting Komentar